Supervisi Kelas :

Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran

Oleh : Udin Aminudin Lubis, S.Pd. M.Pd *)

Mutu produk pendidikan sangat erat kaitannya dengan proses pelaksanaan pembelajaran yang dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain: kurikulum, tenaga kependidikan, proses pembelajaran, sarana-prasarana, alat-bahan, manajemen sekolah, lingkungan (iklim) kerja dan kerjasama industri. Oleh karena itu Program Supervisi Kelas yang dilaksanakan secara continue dan berkesinambungan sangatlah penting bagi sebuah sekolah menengah kejuruan, sebagai pelaksanaan monitoring dan bahan evaluasi dari pelaksanaan proses pembelajaran yang dilaksanakan baik di dalam kelas maupun di luar kelas/sekolah yang dilakukan oleh Pimpinan dan atau Staf Pimpinan yang ditunjuk, dalam upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kualitas lulusannya.
Melalui Program Supervisi Kelas di SMKNegeri 1 Gunungsindur Bogor untuk Tahun Pelajaran 2017/2018 ini, diharapkan dapat menciptakan lulusan yang cerdas, berpengetahuan, berkepribadian, berakhlak mulia serta memiliki keterampilan untuk dapat hidup lebih mandiri, sehingga para lulusannya dapat mengembangkan dirinya di masyarakat.
Pelaksana supervisi kelas di SMK Negeri 1 Gunungsindur Bogor adalah Kepala Sekolah sebagai pimpinan sekolah atau petugas yang diberi tugas untuk hal tersebut yang  dilaksanakan secara berkala agar beberapa faktor yang mempengarui mutu produk pendidikan  di SMKN 1 Gunungsindur Bogor dapat berjalan dengan baik.
Adapun beberapa faktor yang  sangat erat kaitannya dengan proses pelaksanaan pemelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Gunungsindur Bogor sekaligus sebagai bidang yang di supervisi dan sebagai bahan evaluasi dari pimpinan sekolah dalam menentukan berbagai kebijakan, antara lain :
  1. Faktor kelengkapan administrasi mengajar dari setiap guru;
  2. Faktor kebenaran dalam melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar di kelas;
  3. Faktor kemampuan dari seorang guru dalam membuka pelajaran di kelas;
  4. Faktor sikap dari seorang guru dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas;
  5. Faktor penguasaan bahan ajar;
  6. Faktor kemampuan dalam menggunakan media yang tersedia di sekolah dalam proses pembelajaran di kelas;
  7. Faktor evaluasi yang dilaksanakan oleh guru terhadap siswa yang berkaitan dengan pelajaran yang di pelajari;
  8. Faktor menutup pelajaran dengan baik dan benar, termasuk dalam memberikan kesempatan bertanya kepada siswa di kelas.
Beberapa faktor di atas penting artinya agar proses pemelajaran di SMK Negeri 1 Gunungsindur Bogor dapat berjalan dengan baik, oleh karena itu beberapa faktor diatas harus saling berhubungan, bekerjasama, saling menunjang dan selalu di evaluasi tingkat keberhasilannya, sehingga harapan sekolah, orang tua siswa dan siswa itu sendiri dapat terwujud, oleh karena itu melalui pelaksanaan program supervisi dan evaluasi yang dilaksanakan oleh pimpinan sekolah sangat penting artinya dalam menjamin terwujudnya tingkat keberhasilan pendidikan di SMK Negeri 1 Gunungsindur Bogor.
Setelah kegiatan supervisi ini dilaksanakan, maka temuan-temuan yang ada di kelas akan ditindaklanjuti sesuai dengan kriteria keberhasilan yang ditetapkan. Adapun temuan yang berupa pelaksanaan proses Kegiatan Belajar Mengajar dengan baik atau sesuai standar, maka dijadikan istrumen pemberian penghargaan (reward) kepada guru yang berprestasi.
Sedangkan apabila temuan tersebut berupa ketidaksesuaian dan atau tidak melaksananakan proses Kegiatan Belajara Mengajar ( KBM ) sesuai dengan program atau standar yang ada, maka Kepala Sekolah, Wakasek Kurikulum, dan Ketua Kompetensi Keahlian dapat memanggil guru tersebut sesuai dengan laporan hasil supervisi yang ada dilakukan pembinaan dan bimbingan serta monitoring/pengawasan selanjutnya.
Secara umum, berdasarkan data dilapangan, serta mengacu pada format supervisi yang telah disosialisasikan, hasil data supervisi perangkat pembelajaran dan supervisi pelaksanaan pembelajaran terhadap 13 orang guru mata pelajaran kelas X tahun pelajaran 2017/2018, dapat disimpulkan sebagai berikut :
Supervisi Perangkat Pembelajaran :
  1. 69,2 % (9 orang) guru memiliki predikat nilai BAIK (48-54)
  2. 31,8 % (4 orang) guru memiliki predikat nilai CUKUP (41-47)
Supervisi Pelaksanaan Pembelajaran ; 100 % guru memiliki katagori BAIK (2,85-3,50)
Berdasarkan data tersebut, serta hasil wawancara antara supervisor dengan guru yang disupervisi, ada beberapa hal yang perlu dilakukan penguatan, antara lain :
  1. Teknis penyusunan Silabus;
  2. Penyusunan RPP kurikulum 2013
  3. Perhitungan dan analisis nilai KKM;
  4. Teknis analisis butir soal; dan
  5. Program pengayaan dan laporan remedial
*) Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum

2 thoughts on “Supervisi Kelas

  1. Hebat sekali kegiatan yang dilakukan oleh smkn 1 Gunungsindur dalam rangka meningkatkan mutu guru dan mutu kbm, semangat terus untuk mendidik dan melatih.
    Smk bisa!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *